The Hate You Give
Topik kali ini adalah topik yang
lumayan serius si menurut gue dan pasti banyak yang kurang setuju atau bagaimana
tapi ini opini gue ini lah cara pandang gue setelah menonton video baru kak
gita.
Gue baru banget nonton video Gita
Savitri Devi atau yang lebih dikenal Gitasav. Divideo terbarunya yang berjudul “Youtube
Creators for change: Gita Savitri Devi | The Hate You Give” dia itu melakukan
sebuah ekperimen sosial dan mengambil 3 sempel orang dari berbagai golongan untuk menscroll akun instagram yang diberikan
kak gita dan memberi first impression terhadap akun tersebut. Singkat cerita setelah
mereka memberi komentar terhadap akun akun tersebut, mereka dipertemukan oleh
orang-orang yang baru saja mereka komentari tersebut dan wooow mereka terlihat malu dan kaget saat
bertemu dengan orang yang baru saja mereka komentari.
Setelah mereka dipertemukan dengan
orang yang mereka komentari tersebut, ada yang berbincang bincang, ada juga
yang tertawa malu sambil mengajukan beberapa pertanyaan.
Dari video Gitasav yang gue takap
adalah lo mesti tau kritik dan hate speech , hate speech itu sendiri komentar negative
yang orang lain berikan ke lo tanpa mereka tau aslinya lo kaya gimana dan lo
pun gatau mereka siapa tau-tau mereka komentar di salah satu foto di instagram
lo dengan komentar yang misal “apaan sih
kaya begini doang kurang kerjaan” “apaan
sih ni orang aneh banget”"pasti anak nakal ni". Menurut gue apa yang orang lain tampilkan
disosial media itu adalah hal terbaik yang menurut dia baik, karna untuk versi kebaikan tiap manusia itu
pasti berbeda-beda. Seperti seseorang katakan di video tersebut “Pada dasarnya mungkin orang melakukan hate speech itu jiwa
manusia yang baik ingin mengoreksi orang lain. Ya.itu aku sepakat banget, Cuma kadang-kadang orang
lupa, dia mengoreksi orang untuk menjadi baik versinya dia, sementara batas
kebaikan itu sangat berbeda-beda jadi tidak bisa disamakan”.
Mungkin gue bakal kasih contoh saat
lo liat orang tatoan seluruh badan, pasti lo bakal mikir “wah ini pasti orang gabener nih” gue pun seperti itu saat melihat
orang tatoan tapi mungkin kita bisa melihatnya dari sisi lainnya dia, sisi dimana
orang lain tuh ngga pernah tau sebelumnya. Kita bisa liat dari passionnya dia ,kita
bisa liat dari keterampilan dia dan semua itu tentang hati. Siapa sih yang tau hati
tiap orang selain orang itu dan penciptanya? Mungkin kita gatau betapa baiknya
hati orang itu dan betapa tulusnya hati orang tersebut
Ada hal yang lebih baik ada hal yang masih bisa kita kulik dari mereka dari pada kita ngatain mereka itu si kata kak gita
Dan mungkin kita bisa sama- sama belajar
mengubah cara pandang kita untuk
mengomentari seseorang hanya dari sebuah
fotonya di sosial medianya saja.
Komentar
Posting Komentar